Monday, December 10, 2018

Aceh

Ujung utara pulau Sumatera dan Provinsi ujung barat Indonesia, Aceh.
Aceh dengan segala keindahannya membuat kita enggan untuk mati sebelum menikmati surga dari barat Indonesia.

Menunggu Adzan Magrib di Masjid
Raya Baiturrahman, yang menjadi saksi bisa bencana Tsunami 2004

Kopi, salah satu kedai kopi Aceh yang rasanya tidak ada duanya selain di aceh. tepatnya di Lhokseumawe. Lhokseumawe yang berada di antara Banda Aceh dan Medan.
 


Teh Tarik nya paling enak yang pernah saya coba

Monumen simbolis untuk menggenang Tsunami 2004, Terletak di Banda Aceh.
Yang mulai terlupakan dan tidak terawat lagi, Pulau Rubiah yang terletak di Pulau weh, Sabang. Pulau penuh sejarah bagi umat muslim di Indonesia.
Pagi di Ulee Lhee, menanti kapal cepat yang akan mengantarkan ke Pulau Weh.
Mungkin akan menjadi tempat terindah yang pernah saya kunjungi.
Ujung Barat Indonesia

Sunday, February 19, 2017

Terdampar di Pulau Borneo

Kalimantan Tengah, 1 Tahun saya berada di Provinsi ini,di pulau kalimantan.
tepatnya di kota kapuas, yang lebih dekat dengan kota banjarmasin di Kalimantan Selatan kalau pun pulang kampung selalu dari bandara Kalimantan Selatan ya karena jaraknya yang lebih dekat dari tempat tinggal saya di kalimantan tengah dari pada ke Palangka Raya.

1 Tahun berada di kalimantan, banyak hal baru yang pastinya sya dapatkan di kalimantan, susah,sedih,sodara baru bahkan musuh. Pulau yang kaya dengan sumber daya alamnya ini, Tambang batu bara, tambang emas dan pastinya kebun kelapa sawitnya, karena hampir 80% dari pulau ini masih hutan.
Emmmm.... sepertinya cukup lah Prolog nya ya...
ini beberapa foto yg saya ambil di pulau nan indah dan kaya.




Thursday, March 5, 2015

Kenangan Di Kota Istimewa

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja 

Lagu dari Kla Project - Yogyakarta,  sangat indah dan penuh makna seperti kota di jawa tenggah ini. Daerah istimewa Yogyakarta adalah daerah setingkat provinsi yang merupakan pecahan dari kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Pakualaman, tapi saya tidak akan membahas tentang sejarah karena jika saya yang bercerita mungkin akan banyak yang salah dan akan tersesat :D

saya ingin berbagi kenagan berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa penuh kenangan bersama orang yang Istimewa juga pastinya dan mungkin tidak hanya saya saja yang punya kenangan di kota teristimewa di Indonesia ini. dari pada saya semakin larut dalam kenagan yang bikin sedih karena orang istimewa saya sudah tidak bersama saya lagi mending yuk ikut lihat beberapa foto saya saat berada di kota Istimewa.


Candi Ratu Boko
Menikmati musik tradisional Jawa di Kraton Yogyakarta
Masih peduli dengan budaya dan seni jawa

Walau kini kau telah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati


Indah bukan, yuk datang ke Yogyakarta dan mari melanjutkan cerita kita dulu, karena disana selalu ada cerita dan kengangan.
Eeittttt.... jangan lupa sebelum traveling, persiapkan penampilan terbaik kalian agar nyaman saat Explore Indonesia nah saat ini kita sangat di manjakan, sangat mudah untuk mencari keperluan yang akan menunjang penampilan kita, seperti Zalora yang siap mendukung penampilan kalian. Sudah pada tau kan di ZALORA kita bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kita perluhkan, seperti Sepatu Nike yang nyaman untuk kita buat jalan - jalan apa lagi berolahraga selalu sporty untuk kalian, jadi yuk langsung saja Check Out  Zalora

Friday, March 7, 2014

Steel Wool Photography

Steel Wool Photography / Fire Photography, menarik untuk saya dan teman - teman saya yang sama - sama menyukai Fotografi, karena baru untuk kami dan membuat kami sedikit sibuk dari biasanya yang hanya diem saja, bersihkan kamera karena lama tidak kami pakai atau malah hanya bengong

Steel Wool bahan utama untuk kami membuat foto - foto long exposure, Ini beberapa hasil foto saya bersama teman - teman.

Shutter Speed: 30 Seconds
Aperture: F/16 ISO: 200
Shutter Speed: 30 Seconds
Aperture: F18 ISO: 200
Shutter Speed: 30 Seconds
Aperture: F20 ISO: 200
Shutter Speed: 25 Seconds
Aperture: F22
ISO: 200
Shutter Speed: 20 Seconds
Aperture: F22
ISO: 200
Shutter Speed: 30 Seconds
Aperture: F13
ISO: 250

Tuesday, October 8, 2013

Indah Dan Damai di Pulau Sempu

Pulau Sempu jadi destinasi surgawi yang memukau di selatan Malang. Ada laguna indah, dunia bawah laut cantik, lokasi kemping hingga monyet-monyet liar jadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sana.
Pulau kecil bernama Sempu terletak di Kabupaten Malang, tepatnya selatan Pantai Sendang Biru. Kurang lebih perjalannya dari Kota Malang butuh waktu 2 jam. Pulau kecil nan Indah ini sangat menarik karena masih asri dan menawan.Saat ini Pulau Sempu dijadikan kawasan cagar alam. Jadi hanya terdapat flora dan fauna dan kita bisa bermalam di sini asalkan membawa tenda dan sudah membawa surat izin pastinya.

Tapi selama perjalanan, lelah dan semuanya akan hilang jika kita sudah berada di pulau kecil yang bernama Sempu. Danau Segara Anakan juga sangat indah dan damai jika kita berada di sana. Kami pun tak sabar untuk segera mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan snorkeling kami.

Anda bisa menikmati dunia bawah air dan bermain bersama para penghuni pulau sempu yang berada di air. Karena selain ikan, di sana juga banyak monyet-monyet liar yang sudah terbiasa dengan manusia.

Salah satu penduduk di pulau sempu yang mungkin akan meramaikan saat kita berada di sana, lucu dan harus tetap berhati - hati karna mungkin ada bawaan kita yang bisa di ambil oleh kawanan si monyet ini
Di balik tebing Pulau Sempu kita bisa melihat langsung keindahan Samudera Hindia. Sangat menarik! Di pulau kecil ini tidak terdapat air payau jadi jika mau tinggal untuk beberapa hari di sini harus membawa cukup air minum.



Wednesday, June 19, 2013

Keindahan mu, Ranu Kumbolo

Bulan lalu saya bersama teman-teman kantor memutuskan untuk berpetualang di Gunung Semeru, yang tidak jauh dari kota Malang. 09 Mei 2013 Perjalanan kami di mulai dari kota malang kami menuju Tumpang tempat di mana kami bertemu dengan pemilik hartop,  kendaraan berikutnya yang akan membawa kami ke Ranu Pani.
Sebelum kami melakukan pendakian, kami harus registrasi di Ranu Pani, walaupun kami sudah daftar online tapi ternyata tidak membuat kami bisa cepat melakukan perjalanan, setelah semua persaratan registrasi kami selesai baru kami di ijinkan untuk memulai pendakian kami. Sekitar jam 12:00PM kami berangkat dari Ranu Pani 12 Orang personil kami saat itu, kami berencana 3hari 2Malam berada di sana dan dalam perjalanan kami bertemu dengan para pendaki lainnya yang waktu itu memang ramai karena baru di buka setelah beberapa bulan di tutup. Saat itu pun pendakian hanya di perbolehkan sampai Pondok Kalimati, untuk ke Arcopodo dan Puncak Mahameru belum di perbolehkan.

Kurang lebih 10km perjalanan kami untuk sampai Ranu Kumbolo 12 Orang personil kami mulai tercecer sejak dari POS I,dan saya berada di rombongan paling belakang yang sebelumnya saya hanya berdua bersama teman saya Mas Imam Subeki,kita berdau berjalan pelan tapi pasti (seperti kura-kura) saat saya istirahat ternyata di jalan saya bertemu teman lama yang memang sudah lama tidak bertemu, Ilham Afif (Kabel) namanya dia pecinta LOMOGRAFI yang ternyata dalam pendakian dia juga membawa kamera lomonya saat itu hehehe... (Halooo... Kabel :D) sempat ngobrol sebentar dan dia melanjutkan perjalanan karena keburu tertinggal oleh rombongannya dan kami berdua (saya dan Mas Beki) masih istirahat dan berjalan lagi, istirahat lagi, berjalan lagi, istirahat lagi dan berfoto karena senang sudah melihat danau (Ranu Kumbolo) fisik kami yang sudah mulai kelelahan saat itu dan matahari mulai tengelam, saya bertemu dengan rombongan saya yang masih di belakang saya saat itu, Mas Farikh, Mas Doni, Mas Imron & Mas Rahmad. Dan akhirnya saya bergabung dengan mereka tanpa mas Beki karena dia berjalan sendiri selain takut gelap dalam perjalanan mungkin mumpung saya bersama teman-teman yg di belakang hehehehe...
Dan akhirnya kami sampai di Ranu Kumbolo dalam keadaan sudah gelap tapi saat itu tenda kami sudah siap karena berkat jasa 2 poter/pemandu sekaligus teman kami di sana, saat itu yang mencarikan tempat dan membawakan tenda kami. Terimakasih buat Mas Hartono & Mas Wis (Poter kami saat itu)

Malam pertama di Ranu Kumbolo Kamis, tidak mandi hanya cari tempat pipis dan bergegas cari makanan hehehe.. (maaf Tuhan saya tidak sholat sama sekali di sana) karena banyak faktor saya tidak bisa beribadah. Malam mulai gelap dan dingin tapi semakin ramai para pendaki terus berdatangan sampai jam 11 malam terus saja bertambah tenda – tenda di sekitar kami saat itu, sampai istirahat kami sering terganggu. Pendaki dari Jakarta, Palembang, Surabaya, Bandung, dan banyak lagi bermalam di Ranu Kumbolo sebelum esok hari melanjutkan pendakian ke Kalimati dan mungkin sampai Puncak Mahameru. Entah jam berapa saya istirahat karena sudah lelah walapun dingin dan sering terbangun dan..... Tara perutku pun mulai bergejolak berontak ingin segera pup, saat itu saya 1 tenda dengan Mas farikh dan Mas farik yang dekat dengan saya, saya pun menganggu istirahatnya (maaf ya mas farikh) akhirnya Mas farikh pun mau mengantarkan saya mencari tempat untuk pup berbekal lampu senter dan tisue basah kami mencari tempat yang nyaman dan aman untuk menanam ranjau karena tidak adanya tempat untuk buang air besar kami pun harus pintar-pintar mengatur pola rutin buang air besar.
Please don't use any of my pictures without my written permission

Pagi hari pertama Jumat, berkabut dan dingin dan saya orang terakhir yang bangun saat itu, teman-teman sudah bangun dan mengabadikan momoen pagi itu yang berkabut cukup tebal kebetulan sebagian besar dari kami pecinta foto yang di persenjatai kameranya sendiri – sendiri mungkin saya absen dulu ya..
1.      Pak Heru
2.      Pak Arif
3.      Mas Imron
4.      Mas Doni
5.      Mas Bambang
6.      Mas Farikh
7.      Mas Surya dan Mas fendito
8.      Mas Imam Subeki
9.      Mas Rahmad
10.     Fajar


Please don't use any of my pictures without my written permission

Setelah kami sarapan beberapa teman kami dan 1 poter kami bersiap untuk melanjutkan pendakian ke Mahameru, dan yang lain hanya mengantar sampai Cemoro Kandang 4,7Km lagi dari Cemoro Kandang ke Puncak Mahameru. Tenda-tenda pun mulai banyak yang di bereskan bersiap meningalkan Ranu Kumbolo, pemanasan pun di mulai dengan melewati tanjakan cinta dengan berbagi mitosnya tapi saya tidak bahas mitosnya karena saya tidak begitu jelas juga dengan mitos itu.
Please don't use any of my pictures without my written permission

Dalam perjalanan kamera kami hampir tidak pernah masuk tas lagi, jeprat jepret sana sini walapun nafas tersengal-sengal karena tanjakan cinta hehehe..... setelah kami sampai dari Cemoro Kandang kami kembali ke tenda kami di Ranu Kumbolo, sore saya dan Mas Farikh jalan sendiri coba explor Ranu Kumbolo dan sekitarnya saat kembali berkumpul di Ranu Kumbolo Mas Beki mencari kayu untuk membuat api ungun malam harinya.
Malam kedua Jumat, teman-teman asik dengan aktifitasnya sendiri-sendiri ada yang tetap di tenda dan ada yang cari tempat yang nyaman untuk foto, mencari dan berusaha mendapatkan foto yang Waoooo... dan saya mulai bingung untuk bercerita jadi mungkin ini beberapa hasil jepretan saya..yang tidak bagus tapi mungkin bisa mengngambarkan bagai mana keadaan di Ranu Kumbolo saat itu.
Terimakasih, jaga ke Indahan dan jangan di rusak Indonesia ku ini jika tidak ingin indonesia hanya jadi cerita ke Indahannya, buat Negri ini kaya akan segalanya untuk generasi penerus Mu.

Please don't use any of my pictures without my written permission

Please don't use any of my pictures without my written permission

Please don't use any of my pictures without my written permission

Please don't use any of my pictures without my written permission

Please don't use any of my pictures without my written permission

Please don't use any of my pictures without my written permission

Please don't use any of my pictures without my written permission


Wednesday, May 29, 2013

Etika dan Hak Cipta Dalam Fotografi

Jangan hanya asal jepret-jepret (ngambil foto) dan memakai foto karya orang lain untuk di komersilkan, up load tampa seijin sang empunya !!!
saya memang awam tentang fotografi dan selalu bertanya-tanya ke sana ke sini setiap ada masalah, dan karena saya merasakan bagai mana rasanya melihat karya kita tiba-tiba sudah menjadi sampul sebuah buku dll, tampa kita ketahui.
Dari teman sekaligus fotografer yg menginspirasi saya, saya selalu bertanya dan selalu membuka pikiran saya lebih jauh termasuk tentang ETIKA Fotografi dan HAK CIPTA Fotografi, Mbak Dewi Capriantita Puspitarini, terimakasih banyak dan semoga semakin sukses dalam keluarga dan karier, Amin

Original Foto adalah HAK Fotografer, lindungi agar tidak sampai di salah gunakan, di curi, di upload tampa seijin pemiliknya (Fotografer).
Buat saya karya seperti ide, untuk memperoleh ide cemerlang tidak lah mudah begitu juga dengan karya-karya kalian jangan biarkan di klam oleh orang lain atau berwatermark orang lain. cukup membuat sakit hati dan malas untuk berkarya jika terus-terusan terjadi, tidak peduli kita ini penghobi foto atau fotografer profesional semua ini bisa terjadi pada sapa saja.
Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002
Bagian keempat UU Hak Cipta, pasal 12 ayat 1 huruf J dan K. Disebut: Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.

Dan jangan asal moto, tidak semua orang mau untuk di ambil gambarnya apa lagi di up load, ijin lah dan sopan jika akan memoto manusia, hargai manusia jika kalian mau di hargai juga dan jika kalian manusia juga sih
ini ada beberapa link dari teman, dan sangat bagus karena membuka pikiran kita agar tidak terjadi pada kita. dodiheru.wordpress.com di sini Om doni sepertinya benar-benar emosi karena ulah para fotografer amatiran yg menganggu ibadah.