Thursday, March 15, 2012

Pemimpin Ku

Membaca/ melihat berita tentang bencana Alam dan potensi terjadinya bencana Alam di Negara Tercinta ku ini, sedih, miris, heran, dan lucu.
Miris melihat lambannya penangulangan bencana dan malah menjadi ladang pencitraan bagi sebagain orang/ pemerintah negara ku ini dan para calon pengeuasa/ raja - raja kecil.
Abaikan dan menutup mata kala atas kemungkinan bencana terjadi, saat itu lah ladang pencitraan dibuka, segala bantuaan bahan datang dan berlebel Partai, Nama calon, sampai nomor urut, bertumbuh lah tenda yang berwarna - warni seperti kampanye, mereka pintar menyulap tempat bencana menjadi ladang kampanye.

Mengabaikan petaka besar yang akan terjadi, miris memang tapi mereka penyihir 1000 muka yang siap dan bisa bergonta - ganti, tapi mereka burung hantu yang meramaikan kesunyian malam sedangkan bencana / kejadian telah terjadi sejak siang hari, tatkala nyawa tidak lah lebih mahal dari sebuah napsu duniawi.

Mereka beragama, mereka tau yang benar dan salah, mereka mengerti apa itu dosa, tapi mereka tidak memiliki nurani dan memang ingin membangun Musium Of  Indonesia.

Monday, March 5, 2012