Monday, March 25, 2013

Kawah Ijen

Kawah Ijen, berada di Gunung Ijen Gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Bondowoso Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Saya dan teman – teman kantor kususnya para pecinta Photografi dan petualang. Pak Arif Biantoro, Kurniawan (Hornyawan), Davi, Bli Gede Arya Wirama, Mas Pras, Mas Feri Fahrur Rohman, Mas Farikh Ardiansyah, Mas Imron Fauzi Dan istri (Mbak Rina), Bang Jerry Rudolf Sirait. Kami berangkat dari Arabica homestay jam 12.00am tingtong karena kami sudah janji dengan Pak Rudi (Penambang sekaligus jadi pemandu kami saat itu).
Jam 01.00am 17 Maret 2013 kami memulai pendakian, 3km jalur yang harus kami tempuh dan tidak hanya itu, jalurnya selain menanjak antara 25o s/d 35o struktur tanahnya berpasir sehinga menyulitkan kami dalam pendakian semakin berat dan sulit menahan berat badan dan bawaan agar tidak terpleset. Semakin tinggi selain kita juga sudah cukup kelelahan semakin menipis kandungan oksigen dan beberapa teman kami akhirnya kelelahan sampai pucat mukanya perjalanan kami pun molor dari yang di targetkan karena kami memburu Blue Fire jika matahari sudah terbit Blue Flame tidak bagus lagi.
Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.
Dengan penuh semangat kami menyelesaikan jalur dan segala rintangannya karena di perjalanan kami sering bertemu/ berpapasan dengan para penambang yang umur nya jauh lebih tua dari kami dengan langkahnya yang pasti dan gelapnya malam mereka berangkat mencari belerang(sulfur) dan ada yang sudah turun dengan membawa belerang (sulfur). Sungguh hebat perjuangan para penambang belerang ini. Dengan berat bawan kurang lebih 80kg setiap orang dan hanya di hargai 700rupiah per/Kg nya mereka bisa balik sehari 2Kali s/d 3Kali. Terpacu semangat saya dan tidak boleh menyerah karena saya hanya membawa tas yang berisi kamera saja dan air mineral jauh lebih ringan di bandingkan para penambang di Gunung ijen itu.
Akhirnya kami sampai setelah beberapa kali kami istirahat karena banyak yang kelelahan tapi ternyata untuk melihat Blue Fire kami harus turun tidak  hanya dari bibir kawah, kurang lebuh 200 meter dari bibir kawah untuk menuju kawah dengan jalan bebatuan dan turunan, sangat terjal dan sempit kami terus berjalan antara batuan besar seperti menjadi tempok di samping kami dan jurang lampu senter yang dari awal telah menyalah menemani perjalanan kami semakin berguna di saat kami mulai menuruni bibir kawah untuk melihat Blue Fire. Semakin miris kami melihat para penambang dengan jalur yang seberat itu mereka melewatinya dan membawa beban yang cukup berat. Tak hanya medan yang berat asap belerang pun beberapa pali menghampiri kita menandakan kita telah hampir sampai di dasar. Sesuai angin asap itu bergerak dan membuat kami tidak bisa nafas dan melihat.
Mata pedih dan putih pekat membuat kami berhenti tidak bisa bergerak jika salah langkah kami bisa terpleset dan jatuh dan menahan nafas sebisa mungkin karena sangat – sangat sesak di dada asap belerang yang tebal menembus masker yang kita pakai. Pelan dan terus merayap langkah kami lanjutkan dan tara… akhirnya kami telah di dasar dan sangat senang rasanya bisa mencapai tujuan sampai akhirnya karena saya kurang hati – hari dan terlalu bersemangat, saya terpleset tapi tidak apa hanya sakit di tangan kanan saya yang pernah cidera. Saya coba abaikan rasa sakit dan segera mungkin cari tempat untuk mengambil gambar blue fire yang terhalang asap tebal tapi sayang saya tidak mendapatkan itu hanya Mas Imron dan Bli Gede dan Mas Farikh yang sepertinya mendapat tempat yang bagus untuk melihat dan mengabadikan momen yang hanya bagus jika matahari belum terbit.
Keputusasaan saya memuncak untuk mengabadikan blue fire karena dingin dan harus berlari – lari, setiap angin berubah mengarahkan asap tebal belerang, karena tangan saya yang sakit , karena banyak cahaya senter dari beberapa pengunjung mengngarah ke objek, sangat menyebalkan karena saya memakai settingan 30”, F6, ISO 400 dan manual focus (bayangin saja gmn ribetnya) eh malah banyak yang mengganggu hemmmmm gemes aku jadinya @$#!%$#*&{]
Dan saya berpaling melihat apa di sekitas saya yang bisa saya abadikan saat itu ting… timbul ide untuk ambil HI dan danau yang mulai tampak pantulan dari dinding tebing bebatuannya, hingga matahari pun mulai terbit, yang memoto  blue fire pun beralih mencari objek di sekitar, hingga ada aktifitas di dalam danau yang membuat letusan dalam air yang sebagian bisa kami abadikan karena Gas Beracun akan keluar jika telah terjadi kejadian(aktifitas danau di kawah ijen) seperti itu katanya para penambang di sana.
Don't use my Pictures without a written permission.
Kami semakin panik karena para penambang yang sibuk mencari belerang ikut berlarian karena sebelumnya ada beberapa orang dari atas tebing berteriak (woiii tamu naik..tamu naik semua) dan memang sebenarnya dari pihak perhutanan tidak memperpolehkan kegiatan pendakian saat itu tapi kegiatan penambangan tetap ada yang membaut kami tetap berangkat mendaki Gunung Ijen
Buat Teman kami yang saat itu tidak bisa berangkat karena sibuk kami tunggu kebersamaannya di lain petualangan kita ya.
Mas Dwi Suryono (tapi kameranya ikut serta dalam petualangan ijen kami)
Mas Bambang (lensa, filter dan segala kelengkapan cameranya ikut serta juga)
Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.


Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.
Don't use my Pictures without a written permission.
Don't use my Pictures without a written permission.


Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.

Don't use my Pictures without a written permission.