Friday, January 27, 2012

Sisa insiden 25 september 2011




Gambarnya burem....hehehe maklum di ambil dengan camera HP yang hanya 1,3 Mega Pixels. yah paling tidak cukup lah untuk mewakili hasil gambaran kejadian 25 September 2011 yang terjadi pada ku dan sampai sekarang tidak ada keterangan perkembangan kasusnya oleh pihak kepolisian.
saya tidak berhadap banyak dengan pihak yang berwajib, karena memang seperti itu lah penegak hukum di negara ini. *skip tidak perluh di bahas.
dari kejadian kemarin selain Camera DSLR dan Hp + Uang hilang, punggung ku retak dan harus pakek korset...kaki luka dikit sih yang paling sulit di relakan karena telah membuatku trauma dan terus...terus,....dan terus terbayang-banyang kejadian itu.
Dan sakitnya tulang yang retak mana di bagian punggung pula...T.T

Tuesday, January 17, 2012

Kekecewaan kami


Tahun 1999 kami (Rakyat INDONESIA) pertama kali, pasca orde baru. Bahwa Indonesia benar – benar harus demokratis. Semua masarakat tidak ada yang menolak demokrasi. masarakat mengharapkan banyak perubahan yang jauh lebih baik dari pada masa orde baru. Masarakat menginginkan perubahan, kebebasan, kenyamanan, keseajahteraan dll

Antusias masarakat terhadab demokrasi berbuah kekecewaan, bahkan  tumbuhnya rasa putus asa, semakin tumbuh dan berkembang seiring  dengan kebobrokan para pemimpin.
Pemilu bisa menyebabkan konvlik antar masarakat hanya karena perbedaan, kurang dewasanya masarakat atau belum waktunya Indonesia menjadi Negara demokrasi?!

Perekonomian yang kuat tapi rapuh dan tidak mencapai kapasitasnya. Pemerintah yang tidak jarang mengabaikan ekonomi rakyat dan maraknya birokrasi yang korup. Sangat sulit masarakat mengharapkan pemerataan perekonomian, pendidikan, infrastruktur dll. Sampai – sampai untuk hidub layak saja semakin susah. Dan ini contoh kasus para pemimpin kita / wakil rakyat  di masa ini http://nasional.kompas.com/read/2012/01/16/13045852/Pakai.Apel.Malang.dan.Apel.Washington.supaya.Tidak.Vulgar
Kebebasan dalam beragama semakin meprihatinkan, kebencian terhadap mereka yang berbeda semakin meluas, Hak Asasi Manusia semakin sering di abaikan. Mereka para minoritas yang ajarannya di cap sesat oleh kelompok – kelompok mayoritas dan melakukan kekerasan. Rakyat yang mengharapkan ke amanan, kenyamanan dan kebebasan  sangat kecewa dengan para pemimpin Negara ini karena tidak bisa lagi menjamin keamanan dan melindungi rakyatnya

Elit politik dengan politik uangnya semakin berkuasa dan siap membantu merusak Negara ini dan menambah koleksi ke bobrokan para pemimpin, mewarnai sejarah Indonesia.  Kebijakan menaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) sampai 2X (Dua Kali) sangat berdampak dan berpengaruh terhadap rakyat, angka kemiskinan bertambah. Dan mahalnya biaya pendidikan saakan akan sekolah hanya untuk mereka yang kaya. Pendidikan kusus anak orang kaya. Kuliah seakan akan semakin mengngarah ke sana, hanya anak orang kaya kampus itu, hanya mereka yang  kaya yang bisa kuliah di kampus ternama.

Melambungnya angka pengangguran dan tidak sedikit mereka bertitel Sarjanah kesulitan mencari pekerjaan. Dengan kuliah dan mendapatkan gelar berharap bisa bersaing dan berguna untuk Negara ini tapi kebalikan lah yang terjadi saat ini.
Dewan perwakilan rakyat tidak jauh beda dengan perampok di mata masarakat, mereka yang mewakili suara rakyat sibuk tidur saat rapat, sibuk melihat video porno. Tapi mereka rajin mengngumpulkan uang untuk memperkaya angotanya, dan keluarganya
 Sengat membosankan, tapi selamat menikmati kebijakan – kebijakan yang aneh, siap kan diri anda untuk melihat sandiwara para wakil rakyat kita dan pemerintah, jangan pernah kagum dengan kemewahan wakil rakyat kita. Selamat menikmati Negara ini sebelum menjadi sejarah!!!!!!

Friday, January 6, 2012

Lihatlah

Melihat pemandangan dan keseharian masarakat di sekitar saya,anda dan kalian mungkin tidak jauh berbeda. Parapedagang  telah beraktifitas saat sebagian orang sedang terlelap dalam tidurnya, jam 12 malam pasar – pasar mulai rame dan mereka sibuk menyiapkan/memulai aktifitasnya

Petani yang selalu bangun lebih awal untuk bersiap berangkat ke sawah / ladang miliknya atau pun hanya mengerjakan ladang milik orang lain karena mereka sebagian adalah buruh tani.

Pelajar dan Guru mungkin tidak terjadi di semua wilayah, tapi untuk mereka yang berada di perkampunggan bangun pagi dan bergegas berangkat menaklukan jalan yang sebagian tidak layak untuk di lewati pelajar dan guru. Karena jalanannya terjal atau harus melintasi sungai (BUKANnya ALAY atau Berlebihan) tapi memang seperti itu lah adanya yang pernah saya lihat, baca, dan dengar dari masarakat setempat.

Pegawai swasta entah itu di kota,pingiran atau pun kampung  saat mereka bergegas berangkat memulai Aktifitasnya di temani lampu seadanya dan mendahului matahari yang masih sembunyi di pagi hari perharap akan mendapatkan rejeki yang layak untuk di berikan ke keluarganya demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya.

Mereka semua mengharapkan perubahan, perubahan yang jauh lebih baik untuk masa depannya, istrinya/keluarganya mereka mengantungkan cita-citanya dan harapannya, mereka bersemangat demi kehidupan yang lebih baik. Mereka menjalani semua rintangan,cobaan dan kesulitan tampa mengeluh/menceritakan penderitaannya ke siapan walopun itu ke keluarganya sendiri. Sangat bangga saya dengan mereka yang hebat dan tangguh. Masarakat yang sangat kuat, keras seperti batu meteor yang terjatuh dari angkasa kebumi. 

Indonesia dengan era demokrasinya, saya bangga dengan masarakat yang tangguh dan menginginkan perubahan/mau mencoba merubah lebih baik. Tidak perluh merubah Indonesia jadi lebih baik cukup keluarga dan sanak sodara. Karena Negara ini telah mempunyai pemimpin yang sebagian orang memandangnya bagus dan sebagian orang menilainya gagal. Sebuah proyek besar untuk pemerintah dan para pemimpin merubah Negara ini menjadi lebih baik, infrastruktur dalam segala bidang yang menunjang perubahan yang lebih baik harus segera di maksimalkan dalam segala bidang. Sehinga tidak ada lagi cerita sekolahan yang tidak layak, jalan rusak/macet, banjir karena waduk/bendungan tidak mampu lagi menampu air atau bendungan yang jebol karena minimnya perawatan bahkan tidak pernah ada perawatan. Sudah cukup masarakat menjadi korban kecerobohan dan keteletoran para pemerintah/pemimpin tidak sedikit rakyat mati sia-sia karena bencana Alam atau bencana buatan kalian. Bukan kah masarakat Indonesia tidak sedikit yang pintar di segala bidang dan teknologi sudah berkembang di Negara ini? Sulit kah untuk memperbaiki segala infrastruktur agar meminimkan masarakat menjadi korban dan mati sia-sia?

Apa sengaja pemerintah ingin membuat sejarah dalam Negara ini, masarakat yang mati karena gizi buruk, hampir separo / (50%) rakyat ACEH mati karena sunami, masarakat yang mati karena tanah longsor atau kelongsoran sampah seperti yang telah terjadi dll. Kereta api, bus, pesawat dan kendaraan transportrasi lainnya yang jarang bahkan tidak pernah di cek dan dirawat sehinga kecelakaan tidak jarang terjadi mulai pesawat jatuh, kapal terbakar, bus masuk jurang, kereta api anjlok.
Telah lelah kami akan ini semua, harapan, impian, kepercayaan, toleransi dan kesabaran untuk para pemimpin sudah cukup kami hanya meinginkan hasil dan realisasi dari janji – janji kalian yang membuat kalian terpilih karena banyaknya masarakat yang mempercayaimu. Kami telah bekerja keras demi merubah dan perubahan lebih baik walopun hanya sebatas untuk diri sendiri dan keluarga. Lihat lah masarakat mulai dari kota hinga perkampungan kumuh, kampi menginginkan hidup yang lebih baik dan layak………