Tuesday, January 17, 2012

Kekecewaan kami


Tahun 1999 kami (Rakyat INDONESIA) pertama kali, pasca orde baru. Bahwa Indonesia benar – benar harus demokratis. Semua masarakat tidak ada yang menolak demokrasi. masarakat mengharapkan banyak perubahan yang jauh lebih baik dari pada masa orde baru. Masarakat menginginkan perubahan, kebebasan, kenyamanan, keseajahteraan dll

Antusias masarakat terhadab demokrasi berbuah kekecewaan, bahkan  tumbuhnya rasa putus asa, semakin tumbuh dan berkembang seiring  dengan kebobrokan para pemimpin.
Pemilu bisa menyebabkan konvlik antar masarakat hanya karena perbedaan, kurang dewasanya masarakat atau belum waktunya Indonesia menjadi Negara demokrasi?!

Perekonomian yang kuat tapi rapuh dan tidak mencapai kapasitasnya. Pemerintah yang tidak jarang mengabaikan ekonomi rakyat dan maraknya birokrasi yang korup. Sangat sulit masarakat mengharapkan pemerataan perekonomian, pendidikan, infrastruktur dll. Sampai – sampai untuk hidub layak saja semakin susah. Dan ini contoh kasus para pemimpin kita / wakil rakyat  di masa ini http://nasional.kompas.com/read/2012/01/16/13045852/Pakai.Apel.Malang.dan.Apel.Washington.supaya.Tidak.Vulgar
Kebebasan dalam beragama semakin meprihatinkan, kebencian terhadap mereka yang berbeda semakin meluas, Hak Asasi Manusia semakin sering di abaikan. Mereka para minoritas yang ajarannya di cap sesat oleh kelompok – kelompok mayoritas dan melakukan kekerasan. Rakyat yang mengharapkan ke amanan, kenyamanan dan kebebasan  sangat kecewa dengan para pemimpin Negara ini karena tidak bisa lagi menjamin keamanan dan melindungi rakyatnya

Elit politik dengan politik uangnya semakin berkuasa dan siap membantu merusak Negara ini dan menambah koleksi ke bobrokan para pemimpin, mewarnai sejarah Indonesia.  Kebijakan menaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) sampai 2X (Dua Kali) sangat berdampak dan berpengaruh terhadap rakyat, angka kemiskinan bertambah. Dan mahalnya biaya pendidikan saakan akan sekolah hanya untuk mereka yang kaya. Pendidikan kusus anak orang kaya. Kuliah seakan akan semakin mengngarah ke sana, hanya anak orang kaya kampus itu, hanya mereka yang  kaya yang bisa kuliah di kampus ternama.

Melambungnya angka pengangguran dan tidak sedikit mereka bertitel Sarjanah kesulitan mencari pekerjaan. Dengan kuliah dan mendapatkan gelar berharap bisa bersaing dan berguna untuk Negara ini tapi kebalikan lah yang terjadi saat ini.
Dewan perwakilan rakyat tidak jauh beda dengan perampok di mata masarakat, mereka yang mewakili suara rakyat sibuk tidur saat rapat, sibuk melihat video porno. Tapi mereka rajin mengngumpulkan uang untuk memperkaya angotanya, dan keluarganya
 Sengat membosankan, tapi selamat menikmati kebijakan – kebijakan yang aneh, siap kan diri anda untuk melihat sandiwara para wakil rakyat kita dan pemerintah, jangan pernah kagum dengan kemewahan wakil rakyat kita. Selamat menikmati Negara ini sebelum menjadi sejarah!!!!!!

No comments:

Post a Comment