Minggu Pagi yang cerah...Matahari menghangatkan tubuh saya yang kedingian pagi itu. di lantai 2 di kamar teman saya di daerah dieng malang.
kami yang akan berangkat ke kasembon karna akan menghadiri pernikahan teman SD kami,jam 10 pagi kami pun berangkat sambil menikmati pemandanggan di perjalanan yang inda..walopun panas sih hahaha tapi berubung saya dan teman saya orang yang tidak punya pacar ya udah di perjalanan kami menikmati para muda-mudi pacaran dan bergoncengan hahaha. dan sampai rumah jm 12an karna kami pelan-pelan dan berhenti beberapa kali.
Sore jm stgh 7 kami menghadiri acara pernikahan teman, sambil membawa camera kesayangan yang seperti pacarku yang setia menemani dan mengabadikan setiap momens yang terjadi. kami foto-foto bersama taman SD kami yang menikah. dan berubung sudah malam,kami pun lekas pergi pamit meningalkan acara yang sangat sayang untuk kami lewatkan. tapi kami harus pergi karna besok pagi hari senin awal aktifitas rutin kami di muliai di malang.
Kami pun berangkat ke Malang, jam setengah sembilan malam dari rumah kita baik-baik saja tidak ada perasaan yang aneh karna sudah terbiasa malam hari berangkat ke malang. tapi mungkin itu hari sial kami 25 SEPTEMBER 2011!!!
Pujon 21:30, sampai pujon...di desa Kedungrejo kami sudah merasa aneh karna ada dua moto mengikuti kami tapi kami biasa saja. kami kira mereka sama-sama akan ke malang. tapi setelah kami memasuki hutan-hutan lagi. salah satu dari motor itu berada di sebelah kanan kami dan mengluarkan pedang ke arah kami. meminta kami berhenti dan turun dari motor.
kami panik dan berhenti tiba-tiba mereka pun sedikit jauh dari kami karna kami tiba-tiba berhenti terus balik arah..kami pun di kejar lagi sampai 200meter kurang lebih kami kejar-kejaran. sampai di tikungan terakhir kami punjatuh terseret motor -/+ 4meter. saya sadar saat saya terjatuh dan mengikutin motor yang terseret itu. saat berhenti kami pun semjpat pingsan dan saya sadar karna sebuah logam yang dingin menyentuh leher dan pipi saya memotong tas camera saya. saya hanya bisa diam saat mereka mengambil camera dan hape saya...saya merasakan mereka menarik-menarik pasa tas dan memotongnya, sedangkan teman saya yang samsih sempat mengambil kunci motornya pun tidak bia berbuat banyak. dia sempat bangun dan terjatuh lagi sampai uang dalam sakunya di ambil dia tdk bisa berbuat apa-apa lagi.
4 penjarah itu pun segera pergi selain panik karna mengira saya dan teman saya mati dan mereka takut ada penguna jalan yang datang. moto teman saya pun tidak jadi di ambil. Alhamdulillah ya Allah terimakasih.
Kami masih hidup, kami masih bisa ke kampung terdekat dan meminta tolong..kami panik dan kacau,tidak tau mau kemana dan bagi mana. telepon kantor polisi malah di suruh ke kantor polisi padahal kami sudah bilang kalo motornya tidak mungkin bisa di kendarai lagi (entah bodo atau goblok po**si itu) tapi akhirnya ada salah satu warga yang mau mengantar kami ke kantor polisi. jauh....uhhh banget. akhirnya kami sampai tujuan dan laporan walopun belom tentu barang-barang kami kembali yang penting jangan sampai menimpa orang lain dan terulang lagi kejadian itu. malam jam 12 kami tidur di kantor polisi dingin banget udara di pujon, kanrna dataran tertinggi di kabupaten malang. dan kami hanya mengenakan pakaikan seadanya yang kami pakek tadi. kaki kiri saya luka-luka karna terseret tadi mungkin dan punggung saya memar entah kenapa. kaki kanan saya yang kebetulan pahanya pernah retak pun kambuh karna dingin. kami tidak bisa tidur..teman saya berusaha menjaga saya karna dia kawatir dengan keadaan saya malam itu. tapi saya berusaha meyakinkan kalo saya baik-baik saja.
Paginya pun saya memutuskan kembali karna tubuh kami sakit semua..dan saya tidak bisa menahan sakit di tulang belakang saya terus-terusan. dan sampai saat ini saat saya mengetik ini punggung dan pantat saya masih sakit. hehehehe Sebuah pengalaman yang seru tidak mungkin kami dapatkan di Dufan atau pun wahana yang paling seram sekali pun. dan ternyata punggung kuretak...pahaku retak. sittttttttttttttt
No comments:
Post a Comment