Kalimantan Tengah, 1 Tahun saya berada di Provinsi ini,di pulau kalimantan.
tepatnya di kota kapuas, yang lebih dekat dengan kota banjarmasin di Kalimantan Selatan kalau pun pulang kampung selalu dari bandara Kalimantan Selatan ya karena jaraknya yang lebih dekat dari tempat tinggal saya di kalimantan tengah dari pada ke Palangka Raya.
1 Tahun berada di kalimantan, banyak hal baru yang pastinya sya dapatkan di kalimantan, susah,sedih,sodara baru bahkan musuh. Pulau yang kaya dengan sumber daya alamnya ini, Tambang batu bara, tambang emas dan pastinya kebun kelapa sawitnya, karena hampir 80% dari pulau ini masih hutan.
Emmmm.... sepertinya cukup lah Prolog nya ya...
ini beberapa foto yg saya ambil di pulau nan indah dan kaya.
Sunday, February 19, 2017
Thursday, March 5, 2015
Kenangan Di Kota Istimewa
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Lagu dari Kla Project - Yogyakarta, sangat indah dan penuh makna seperti kota di jawa tenggah ini. Daerah istimewa Yogyakarta adalah daerah setingkat provinsi yang merupakan pecahan dari kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Pakualaman, tapi saya tidak akan membahas tentang sejarah karena jika saya yang bercerita mungkin akan banyak yang salah dan akan tersesat :D
saya ingin berbagi kenagan berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa penuh kenangan bersama orang yang Istimewa juga pastinya dan mungkin tidak hanya saya saja yang punya kenangan di kota teristimewa di Indonesia ini. dari pada saya semakin larut dalam kenagan yang bikin sedih karena orang istimewa saya sudah tidak bersama saya lagi mending yuk ikut lihat beberapa foto saya saat berada di kota Istimewa.
Walau kini kau telah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Indah bukan, yuk datang ke Yogyakarta dan mari melanjutkan cerita kita dulu, karena disana selalu ada cerita dan kengangan.
Eeittttt.... jangan lupa sebelum traveling, persiapkan penampilan terbaik kalian agar nyaman saat Explore Indonesia nah saat ini kita sangat di manjakan, sangat mudah untuk mencari keperluan yang akan menunjang penampilan kita, seperti Zalora yang siap mendukung penampilan kalian. Sudah pada tau kan di ZALORA kita bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kita perluhkan, seperti Sepatu Nike yang nyaman untuk kita buat jalan - jalan apa lagi berolahraga selalu sporty untuk kalian, jadi yuk langsung saja Check Out Zalora
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Lagu dari Kla Project - Yogyakarta, sangat indah dan penuh makna seperti kota di jawa tenggah ini. Daerah istimewa Yogyakarta adalah daerah setingkat provinsi yang merupakan pecahan dari kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Pakualaman, tapi saya tidak akan membahas tentang sejarah karena jika saya yang bercerita mungkin akan banyak yang salah dan akan tersesat :D
saya ingin berbagi kenagan berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa penuh kenangan bersama orang yang Istimewa juga pastinya dan mungkin tidak hanya saya saja yang punya kenangan di kota teristimewa di Indonesia ini. dari pada saya semakin larut dalam kenagan yang bikin sedih karena orang istimewa saya sudah tidak bersama saya lagi mending yuk ikut lihat beberapa foto saya saat berada di kota Istimewa.
![]() |
| Candi Ratu Boko |
![]() |
| Menikmati musik tradisional Jawa di Kraton Yogyakarta |
![]() |
| Masih peduli dengan budaya dan seni jawa |
Walau kini kau telah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Indah bukan, yuk datang ke Yogyakarta dan mari melanjutkan cerita kita dulu, karena disana selalu ada cerita dan kengangan.
Eeittttt.... jangan lupa sebelum traveling, persiapkan penampilan terbaik kalian agar nyaman saat Explore Indonesia nah saat ini kita sangat di manjakan, sangat mudah untuk mencari keperluan yang akan menunjang penampilan kita, seperti Zalora yang siap mendukung penampilan kalian. Sudah pada tau kan di ZALORA kita bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kita perluhkan, seperti Sepatu Nike yang nyaman untuk kita buat jalan - jalan apa lagi berolahraga selalu sporty untuk kalian, jadi yuk langsung saja Check Out Zalora
Friday, March 7, 2014
Steel Wool Photography
Steel Wool Photography / Fire Photography, menarik untuk saya dan teman - teman saya yang sama - sama menyukai Fotografi, karena baru untuk kami dan membuat kami sedikit sibuk dari biasanya yang hanya diem saja, bersihkan kamera karena lama tidak kami pakai atau malah hanya bengong
Steel Wool bahan utama untuk kami membuat foto - foto long exposure, Ini beberapa hasil foto saya bersama teman - teman.
![]() |
| Shutter Speed: 30 Seconds Aperture: F/16 ISO: 200 |
![]() |
| Shutter Speed: 30 Seconds Aperture: F18 ISO: 200 |
![]() |
| Shutter Speed: 30 Seconds Aperture: F20 ISO: 200 |
![]() |
| Shutter Speed: 25 Seconds Aperture: F22 ISO: 200 |
![]() |
| Shutter Speed: 20 Seconds Aperture: F22 ISO: 200 |
![]() |
| Shutter Speed: 30 Seconds Aperture: F13 ISO: 250 |
Tuesday, October 8, 2013
Indah Dan Damai di Pulau Sempu
Pulau Sempu jadi destinasi surgawi yang memukau di selatan Malang. Ada
laguna indah, dunia bawah laut cantik, lokasi kemping hingga
monyet-monyet liar jadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sana.
Pulau kecil bernama Sempu terletak di Kabupaten Malang, tepatnya selatan Pantai Sendang Biru. Kurang lebih perjalannya dari Kota Malang butuh waktu 2 jam. Pulau kecil nan Indah ini sangat menarik karena masih asri dan menawan.Saat ini Pulau Sempu dijadikan kawasan cagar alam. Jadi hanya terdapat flora dan fauna dan kita bisa bermalam di sini asalkan membawa tenda dan sudah membawa surat izin pastinya.
Tapi selama perjalanan, lelah dan semuanya akan hilang jika kita sudah berada di pulau kecil yang bernama Sempu. Danau Segara Anakan juga sangat indah dan damai jika kita berada di sana. Kami pun tak sabar untuk segera mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan snorkeling kami.
Anda bisa menikmati dunia bawah air dan bermain bersama para penghuni pulau sempu yang berada di air. Karena selain ikan, di sana juga banyak monyet-monyet liar yang sudah terbiasa dengan manusia.
Pulau kecil bernama Sempu terletak di Kabupaten Malang, tepatnya selatan Pantai Sendang Biru. Kurang lebih perjalannya dari Kota Malang butuh waktu 2 jam. Pulau kecil nan Indah ini sangat menarik karena masih asri dan menawan.Saat ini Pulau Sempu dijadikan kawasan cagar alam. Jadi hanya terdapat flora dan fauna dan kita bisa bermalam di sini asalkan membawa tenda dan sudah membawa surat izin pastinya.
Tapi selama perjalanan, lelah dan semuanya akan hilang jika kita sudah berada di pulau kecil yang bernama Sempu. Danau Segara Anakan juga sangat indah dan damai jika kita berada di sana. Kami pun tak sabar untuk segera mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan snorkeling kami.
Anda bisa menikmati dunia bawah air dan bermain bersama para penghuni pulau sempu yang berada di air. Karena selain ikan, di sana juga banyak monyet-monyet liar yang sudah terbiasa dengan manusia.
Salah satu penduduk di pulau sempu yang mungkin akan meramaikan saat kita berada di sana, lucu dan harus tetap berhati - hati karna mungkin ada bawaan kita yang bisa di ambil oleh kawanan si monyet ini
Di balik tebing Pulau Sempu kita bisa melihat langsung keindahan
Samudera Hindia. Sangat menarik! Di pulau kecil ini tidak terdapat air
payau jadi jika mau tinggal untuk beberapa hari di sini harus membawa
cukup air minum.
Wednesday, June 19, 2013
Keindahan mu, Ranu Kumbolo
Bulan lalu saya bersama teman-teman
kantor memutuskan untuk berpetualang di Gunung Semeru, yang tidak jauh dari
kota Malang. 09 Mei 2013 Perjalanan kami di mulai dari kota malang kami menuju
Tumpang tempat di mana kami bertemu dengan pemilik hartop, kendaraan berikutnya yang akan membawa kami
ke Ranu Pani.
Sebelum kami melakukan pendakian, kami
harus registrasi di Ranu Pani, walaupun kami sudah daftar online tapi ternyata
tidak membuat kami bisa cepat melakukan perjalanan, setelah semua persaratan
registrasi kami selesai baru kami di ijinkan untuk memulai pendakian kami.
Sekitar jam 12:00PM kami berangkat dari Ranu Pani 12 Orang personil kami saat
itu, kami berencana 3hari 2Malam berada di sana dan dalam perjalanan kami
bertemu dengan para pendaki lainnya yang waktu itu memang ramai karena baru di
buka setelah beberapa bulan di tutup. Saat itu pun pendakian hanya di
perbolehkan sampai Pondok Kalimati, untuk ke Arcopodo dan Puncak Mahameru belum
di perbolehkan.
Kurang lebih 10km perjalanan kami untuk
sampai Ranu Kumbolo 12 Orang personil kami mulai tercecer sejak dari POS I,dan
saya berada di rombongan paling belakang yang sebelumnya saya hanya berdua
bersama teman saya Mas Imam Subeki,kita berdau berjalan pelan tapi pasti
(seperti kura-kura) saat saya istirahat ternyata di jalan saya bertemu teman
lama yang memang sudah lama tidak bertemu, Ilham Afif (Kabel) namanya dia
pecinta LOMOGRAFI yang ternyata dalam pendakian dia juga membawa kamera lomonya
saat itu hehehe... (Halooo... Kabel :D) sempat ngobrol sebentar dan dia
melanjutkan perjalanan karena keburu tertinggal oleh rombongannya dan kami
berdua (saya dan Mas Beki) masih istirahat dan berjalan lagi, istirahat lagi, berjalan
lagi, istirahat lagi dan berfoto karena senang sudah melihat danau (Ranu
Kumbolo) fisik kami yang sudah mulai kelelahan saat itu dan matahari mulai
tengelam, saya bertemu dengan rombongan saya yang masih di belakang saya saat
itu, Mas Farikh, Mas Doni, Mas Imron & Mas Rahmad. Dan akhirnya saya
bergabung dengan mereka tanpa mas Beki karena dia berjalan sendiri selain takut
gelap dalam perjalanan mungkin mumpung saya bersama teman-teman yg di belakang
hehehehe...
Dan akhirnya kami sampai di Ranu Kumbolo
dalam keadaan sudah gelap tapi saat itu tenda kami sudah siap karena berkat
jasa 2 poter/pemandu sekaligus teman kami di sana, saat itu yang mencarikan
tempat dan membawakan tenda kami. Terimakasih buat Mas Hartono & Mas Wis
(Poter kami saat itu)
Malam pertama di Ranu Kumbolo Kamis,
tidak mandi hanya cari tempat pipis dan bergegas cari makanan hehehe.. (maaf
Tuhan saya tidak sholat sama sekali di sana) karena banyak faktor saya tidak
bisa beribadah. Malam mulai gelap dan dingin tapi semakin ramai para pendaki
terus berdatangan sampai jam 11 malam terus saja bertambah tenda – tenda di
sekitar kami saat itu, sampai istirahat kami sering terganggu. Pendaki dari
Jakarta, Palembang, Surabaya, Bandung, dan banyak lagi bermalam di Ranu Kumbolo
sebelum esok hari melanjutkan pendakian ke Kalimati dan mungkin sampai Puncak
Mahameru. Entah jam berapa saya istirahat karena sudah lelah walapun dingin dan
sering terbangun dan..... Tara perutku pun mulai bergejolak berontak ingin
segera pup, saat itu saya 1 tenda dengan Mas farikh dan Mas farik yang dekat
dengan saya, saya pun menganggu istirahatnya (maaf ya mas farikh) akhirnya Mas
farikh pun mau mengantarkan saya mencari tempat untuk pup berbekal lampu senter
dan tisue basah kami mencari tempat yang nyaman dan aman untuk menanam ranjau
karena tidak adanya tempat untuk buang air besar kami pun harus pintar-pintar
mengatur pola rutin buang air besar.
Pagi
hari pertama Jumat, berkabut dan dingin dan saya orang terakhir yang bangun
saat itu, teman-teman sudah bangun dan mengabadikan momoen pagi itu yang
berkabut cukup tebal kebetulan sebagian besar dari kami pecinta foto yang di
persenjatai kameranya sendiri – sendiri mungkin saya absen dulu ya..
1. Pak
Heru
2. Pak Arif
3. Mas Imron
4. Mas Doni
5. Mas Bambang
6. Mas Farikh7. Mas Surya dan Mas fendito
8. Mas Imam Subeki
9. Mas Rahmad
10. Fajar
2. Pak Arif
3. Mas Imron
4. Mas Doni
5. Mas Bambang
6. Mas Farikh7. Mas Surya dan Mas fendito
8. Mas Imam Subeki
9. Mas Rahmad
10. Fajar
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
Setelah
kami sarapan beberapa teman kami dan 1 poter kami bersiap untuk melanjutkan
pendakian ke Mahameru, dan yang lain hanya mengantar sampai Cemoro Kandang
4,7Km lagi dari Cemoro Kandang ke Puncak Mahameru. Tenda-tenda pun mulai banyak
yang di bereskan bersiap meningalkan Ranu Kumbolo, pemanasan pun di mulai
dengan melewati tanjakan cinta dengan berbagi mitosnya tapi saya tidak bahas
mitosnya karena saya tidak begitu jelas juga dengan mitos itu.
Dalam perjalanan kamera kami hampir
tidak pernah masuk tas lagi, jeprat jepret sana sini walapun nafas
tersengal-sengal karena tanjakan cinta hehehe..... setelah kami sampai dari
Cemoro Kandang kami kembali ke tenda kami di Ranu Kumbolo, sore saya dan Mas
Farikh jalan sendiri coba explor Ranu Kumbolo dan sekitarnya saat kembali
berkumpul di Ranu Kumbolo Mas Beki mencari kayu untuk membuat api ungun malam
harinya.
Malam kedua Jumat, teman-teman asik
dengan aktifitasnya sendiri-sendiri ada yang tetap di tenda dan ada yang cari
tempat yang nyaman untuk foto, mencari dan berusaha mendapatkan foto yang
Waoooo... dan saya mulai bingung untuk bercerita jadi mungkin ini beberapa
hasil jepretan saya..yang tidak bagus tapi mungkin bisa mengngambarkan bagai
mana keadaan di Ranu Kumbolo saat itu.
Terimakasih, jaga ke Indahan dan jangan
di rusak Indonesia ku ini jika tidak ingin indonesia hanya jadi cerita ke
Indahannya, buat Negri ini kaya akan segalanya untuk generasi penerus Mu.
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
![]() |
| Please don't use any of my pictures without my written permission |
Wednesday, May 29, 2013
Etika dan Hak Cipta Dalam Fotografi
Jangan hanya asal jepret-jepret (ngambil foto) dan memakai foto karya orang lain untuk di komersilkan, up load tampa seijin sang empunya !!!
saya memang awam tentang fotografi dan selalu bertanya-tanya ke sana ke sini setiap ada masalah, dan karena saya merasakan bagai mana rasanya melihat karya kita tiba-tiba sudah menjadi sampul sebuah buku dll, tampa kita ketahui.
Dari teman sekaligus fotografer yg menginspirasi saya, saya selalu bertanya dan selalu membuka pikiran saya lebih jauh termasuk tentang ETIKA Fotografi dan HAK CIPTA Fotografi, Mbak Dewi Capriantita Puspitarini, terimakasih banyak dan semoga semakin sukses dalam keluarga dan karier, Amin
Original Foto adalah HAK Fotografer, lindungi agar tidak sampai di salah gunakan, di curi, di upload tampa seijin pemiliknya (Fotografer).
Buat saya karya seperti ide, untuk memperoleh ide cemerlang tidak lah mudah begitu juga dengan karya-karya kalian jangan biarkan di klam oleh orang lain atau berwatermark orang lain. cukup membuat sakit hati dan malas untuk berkarya jika terus-terusan terjadi, tidak peduli kita ini penghobi foto atau fotografer profesional semua ini bisa terjadi pada sapa saja.
Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002
Bagian keempat UU Hak Cipta, pasal 12 ayat 1 huruf J dan K. Disebut: Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.
Dan jangan asal moto, tidak semua orang mau untuk di ambil gambarnya apa lagi di up load, ijin lah dan sopan jika akan memoto manusia, hargai manusia jika kalian mau di hargai juga dan jika kalian manusia juga sih
ini ada beberapa link dari teman, dan sangat bagus karena membuka pikiran kita agar tidak terjadi pada kita. dodiheru.wordpress.com di sini Om doni sepertinya benar-benar emosi karena ulah para fotografer amatiran yg menganggu ibadah.
saya memang awam tentang fotografi dan selalu bertanya-tanya ke sana ke sini setiap ada masalah, dan karena saya merasakan bagai mana rasanya melihat karya kita tiba-tiba sudah menjadi sampul sebuah buku dll, tampa kita ketahui.
Dari teman sekaligus fotografer yg menginspirasi saya, saya selalu bertanya dan selalu membuka pikiran saya lebih jauh termasuk tentang ETIKA Fotografi dan HAK CIPTA Fotografi, Mbak Dewi Capriantita Puspitarini, terimakasih banyak dan semoga semakin sukses dalam keluarga dan karier, Amin
Original Foto adalah HAK Fotografer, lindungi agar tidak sampai di salah gunakan, di curi, di upload tampa seijin pemiliknya (Fotografer).
Buat saya karya seperti ide, untuk memperoleh ide cemerlang tidak lah mudah begitu juga dengan karya-karya kalian jangan biarkan di klam oleh orang lain atau berwatermark orang lain. cukup membuat sakit hati dan malas untuk berkarya jika terus-terusan terjadi, tidak peduli kita ini penghobi foto atau fotografer profesional semua ini bisa terjadi pada sapa saja.
Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002
Bagian keempat UU Hak Cipta, pasal 12 ayat 1 huruf J dan K. Disebut: Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.
Dan jangan asal moto, tidak semua orang mau untuk di ambil gambarnya apa lagi di up load, ijin lah dan sopan jika akan memoto manusia, hargai manusia jika kalian mau di hargai juga dan jika kalian manusia juga sih
ini ada beberapa link dari teman, dan sangat bagus karena membuka pikiran kita agar tidak terjadi pada kita. dodiheru.wordpress.com di sini Om doni sepertinya benar-benar emosi karena ulah para fotografer amatiran yg menganggu ibadah.
Monday, March 25, 2013
Kawah Ijen
Kawah Ijen, berada di
Gunung Ijen Gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Bondowoso
Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Saya dan teman –
teman kantor kususnya para pecinta Photografi dan petualang. Pak Arif Biantoro,
Kurniawan (Hornyawan), Davi, Bli Gede Arya Wirama, Mas Pras, Mas Feri Fahrur
Rohman, Mas Farikh Ardiansyah, Mas Imron Fauzi Dan istri (Mbak Rina), Bang
Jerry Rudolf Sirait. Kami berangkat dari Arabica homestay jam 12.00am tingtong
karena kami sudah janji dengan Pak Rudi (Penambang sekaligus jadi pemandu kami
saat itu).
Jam 01.00am 17 Maret 2013 kami memulai pendakian, 3km jalur yang harus kami
tempuh dan tidak hanya itu, jalurnya selain menanjak antara 25o s/d
35o struktur tanahnya berpasir sehinga menyulitkan kami dalam
pendakian semakin berat dan sulit menahan berat badan dan bawaan agar tidak
terpleset. Semakin tinggi selain kita juga sudah cukup kelelahan semakin
menipis kandungan oksigen dan beberapa teman kami akhirnya kelelahan sampai
pucat mukanya perjalanan kami pun molor dari yang di targetkan karena kami
memburu Blue Fire jika matahari sudah terbit Blue Flame tidak
bagus lagi.
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
Dengan penuh
semangat kami menyelesaikan jalur dan segala rintangannya karena di perjalanan
kami sering bertemu/ berpapasan dengan para penambang yang umur nya jauh lebih
tua dari kami dengan langkahnya yang pasti dan gelapnya malam mereka berangkat
mencari belerang(sulfur) dan ada yang sudah turun dengan
membawa belerang (sulfur). Sungguh hebat perjuangan para penambang belerang
ini. Dengan berat bawan kurang lebih 80kg setiap orang dan hanya di hargai
700rupiah per/Kg nya mereka bisa balik sehari 2Kali s/d 3Kali. Terpacu semangat
saya dan tidak boleh menyerah karena saya hanya membawa tas yang berisi kamera
saja dan air mineral jauh lebih ringan di bandingkan para penambang di Gunung ijen
itu.
Akhirnya
kami sampai setelah beberapa kali kami istirahat karena banyak yang kelelahan
tapi ternyata untuk melihat Blue Fire kami harus turun tidak hanya dari bibir kawah, kurang lebuh 200
meter dari bibir kawah untuk menuju kawah dengan jalan bebatuan dan turunan,
sangat terjal dan sempit kami terus berjalan antara batuan besar seperti
menjadi tempok di samping kami dan jurang lampu senter yang dari awal telah
menyalah menemani perjalanan kami semakin berguna di saat kami mulai menuruni
bibir kawah untuk melihat Blue Fire. Semakin miris kami melihat para penambang
dengan jalur yang seberat itu mereka melewatinya dan membawa beban yang cukup
berat. Tak hanya medan yang berat asap belerang pun beberapa pali menghampiri
kita menandakan kita telah hampir sampai di dasar. Sesuai angin asap itu
bergerak dan membuat kami tidak bisa nafas dan melihat.
Mata
pedih dan putih pekat membuat kami berhenti tidak bisa bergerak jika salah
langkah kami bisa terpleset dan jatuh dan menahan nafas sebisa mungkin karena
sangat – sangat sesak di dada asap belerang yang tebal menembus masker yang
kita pakai. Pelan dan terus merayap langkah kami lanjutkan dan tara… akhirnya
kami telah di dasar dan sangat senang rasanya bisa mencapai tujuan sampai
akhirnya karena saya kurang hati – hari dan terlalu bersemangat, saya terpleset
tapi tidak apa hanya sakit di tangan kanan saya yang pernah cidera. Saya coba
abaikan rasa sakit dan segera mungkin cari tempat untuk mengambil gambar blue
fire yang terhalang asap tebal tapi sayang saya tidak mendapatkan itu hanya Mas
Imron dan Bli Gede dan Mas Farikh yang sepertinya mendapat tempat yang bagus
untuk melihat dan mengabadikan momen yang hanya bagus jika matahari belum
terbit.
Keputusasaan
saya memuncak untuk mengabadikan blue fire karena dingin dan harus berlari –
lari, setiap angin berubah mengarahkan asap tebal belerang, karena tangan saya
yang sakit , karena banyak cahaya senter dari beberapa pengunjung mengngarah ke
objek, sangat menyebalkan karena saya memakai settingan 30”, F6, ISO 400 dan
manual focus (bayangin saja gmn ribetnya) eh malah banyak yang mengganggu
hemmmmm gemes aku jadinya @$#!%$#*&{]
Dan
saya berpaling melihat apa di sekitas saya yang bisa saya abadikan saat itu
ting… timbul ide untuk ambil HI dan danau yang mulai tampak pantulan dari
dinding tebing bebatuannya, hingga matahari pun mulai terbit, yang memoto blue fire pun beralih mencari objek di
sekitar, hingga ada aktifitas di dalam danau yang membuat letusan dalam air
yang sebagian bisa kami abadikan karena Gas Beracun akan keluar jika telah
terjadi kejadian(aktifitas danau di kawah ijen) seperti itu katanya para
penambang di sana.
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
Kami
semakin panik karena para penambang yang sibuk mencari belerang ikut berlarian
karena sebelumnya ada beberapa orang dari atas tebing berteriak (woiii tamu
naik..tamu naik semua) dan memang sebenarnya dari pihak perhutanan tidak
memperpolehkan kegiatan pendakian saat itu tapi kegiatan penambangan tetap ada
yang membaut kami tetap berangkat mendaki Gunung Ijen
Buat
Teman kami yang saat itu tidak bisa berangkat karena sibuk kami tunggu
kebersamaannya di lain petualangan kita ya.
Mas Dwi Suryono
(tapi kameranya ikut serta dalam petualangan ijen kami)
Mas Bambang (lensa,
filter dan segala kelengkapan cameranya ikut serta juga)
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
![]() |
| Don't use my Pictures without a written permission. |
Subscribe to:
Posts (Atom)






















































